Sofifi — Kerukunan Sopir Lintas (KSL) Provinsi Maluku Utara (Malut) meminta masyarakat, khususnya pengurus dan anggota KSL, agar tidak terpengaruh isu liar terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan berkembang di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam antara pengurus KSL dan Pemprov Malut beberapa waktu lalu, membahas langkah penanganan kelangkaan BBM bersubsidi.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Malut, H. Sarbin Sehe, menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengambil langkah strategis karena sejumlah SPBU di wilayah Malut belum memperoleh penetapan kuota resmi BBM subsidi.
Menurutnya, koordinasi dan pengajuan kuota dilakukan untuk menjamin kelancaran transportasi dan distribusi logistik di daerah.
“Langkah koordinasi dan pengajuan ini kami lakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap dinamika kebutuhan BBM di lapangan, sekaligus memastikan hak masyarakat terhadap komoditas subsidi dapat terpenuhi secara merata,” ujar Sarbin.
Menanggapi sikap Pemprov tersebut, Ketua Umum KSL Malut, Slamet Dasim, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Saya selaku Ketua Umum KSL Malut mengimbau masyarakat, khususnya pengurus dan anggota KSL, agar tidak terpengaruh isu-isu liar yang dapat memecah belah persatuan dan kerukunan masyarakat Maluku Utara,” kata Slamet, Minggu (24/5).
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung langkah pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan BBM di Malut.
“Mari kita bersama-sama mendukung langkah pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan BBM saat ini. Selain itu, saya mengimbau agar kita terus menjaga dan memelihara kerukunan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan sejuk,” pungkasnya.



