back to top
Katulistiwa |

Kolaborasi IKDM Ternate Perkuat Resiliensi Iklim Inklusi

Terpopuler

Artikel Terkait

Ternate – Ikatan Keluarga Disabilitas Makugawene (IKDM) Kota Ternate bersama NLR Indonesia, Liliane Fonds, dan Pemerintah Kecamatan Ternate Selatan menggelar sosialisasi Program Nexus Gamalama sebagai upaya memperkuat resiliensi iklim yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan yang bertajuk “Membangun Resiliensi Iklim yang Inklusif Melalui Kolaborasi Struktural dan Kultural di Kecamatan Ternate Selatan” tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Ternate Selatan, Jumat (17/7).

Sosialisasi dihadiri Camat Ternate Selatan Anang Irianto, para lurah se-Kecamatan Ternate Selatan, perwakilan Puskesmas Gambesi dan Puskesmas Kalumata, SDN 32 Kota Ternate, SMA LB Negeri Kota Ternate, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Ternate, Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Ternate, TP-PKK Ternate Selatan, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Ketua IKDM Kota Ternate, Risal Assor, mengatakan Program Nexus Gamalama merupakan hasil proses panjang berbasis riset partisipatif, bukan program yang lahir secara instan.

Menurut dia, penyusunan program diawali dengan pengumpulan data lapangan yang melibatkan berbagai pihak.

“Fase awal riset partisipatif dimulai sejak akhir 2024 hingga 2025. Dengan dukungan NLR Indonesia, kami melakukan kajian terhadap puluhan dokumen daerah sekaligus mewawancarai 90 anak penyandang disabilitas di Kota Ternate sebagai dasar penyusunan program,” jelas Risal.

Ia menjelaskan, hasil riset tersebut menjadi pijakan dalam merancang strategi pembangunan ketahanan iklim yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

Sementara itu, Camat Ternate Selatan Anang Irianto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Nexus Gamalama.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, organisasi penyandang disabilitas, lembaga pendamping, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

“Kita membutuhkan kolaborasi yang kuat. Masih banyak kantor kelurahan yang belum memiliki fasilitas akses yang ramah bagi penyandang disabilitas, seperti jalur masuk atau ramp. Saya berharap tahun ini kebutuhan tersebut dapat dianggarkan melalui dana kelurahan agar penyandang disabilitas lebih mudah mengakses layanan administrasi,” katanya.

Melalui Program Nexus Gamalama, IKDM bersama para mitra berharap dapat memperkuat ketahanan iklim yang inklusif di tingkat kecamatan.

Program ini juga diharapkan mendorong sinergi berkelanjutan antara pemerintah, organisasi penyandang disabilitas, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim secara lebih adil dan berkelanjutan.

Tim Redaksi
Editor:

Literasi

Profile

Khazanah

Bagikan :

Artikel Terkait

Ternate – Ikatan Keluarga Disabilitas Makugawene (IKDM) Kota Ternate bersama NLR Indonesia, Liliane Fonds, dan Pemerintah Kecamatan Ternate Selatan menggelar sosialisasi Program Nexus Gamalama sebagai upaya memperkuat resiliensi iklim yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan yang bertajuk “Membangun Resiliensi Iklim yang Inklusif Melalui Kolaborasi Struktural dan Kultural di Kecamatan Ternate Selatan” tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Ternate Selatan, Jumat (17/7).

Sosialisasi dihadiri Camat Ternate Selatan Anang Irianto, para lurah se-Kecamatan Ternate Selatan, perwakilan Puskesmas Gambesi dan Puskesmas Kalumata, SDN 32 Kota Ternate, SMA LB Negeri Kota Ternate, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Ternate, Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Ternate, TP-PKK Ternate Selatan, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Ketua IKDM Kota Ternate, Risal Assor, mengatakan Program Nexus Gamalama merupakan hasil proses panjang berbasis riset partisipatif, bukan program yang lahir secara instan.

Menurut dia, penyusunan program diawali dengan pengumpulan data lapangan yang melibatkan berbagai pihak.

“Fase awal riset partisipatif dimulai sejak akhir 2024 hingga 2025. Dengan dukungan NLR Indonesia, kami melakukan kajian terhadap puluhan dokumen daerah sekaligus mewawancarai 90 anak penyandang disabilitas di Kota Ternate sebagai dasar penyusunan program,” jelas Risal.

Ia menjelaskan, hasil riset tersebut menjadi pijakan dalam merancang strategi pembangunan ketahanan iklim yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

Sementara itu, Camat Ternate Selatan Anang Irianto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Nexus Gamalama.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, organisasi penyandang disabilitas, lembaga pendamping, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

“Kita membutuhkan kolaborasi yang kuat. Masih banyak kantor kelurahan yang belum memiliki fasilitas akses yang ramah bagi penyandang disabilitas, seperti jalur masuk atau ramp. Saya berharap tahun ini kebutuhan tersebut dapat dianggarkan melalui dana kelurahan agar penyandang disabilitas lebih mudah mengakses layanan administrasi,” katanya.

Melalui Program Nexus Gamalama, IKDM bersama para mitra berharap dapat memperkuat ketahanan iklim yang inklusif di tingkat kecamatan.

Program ini juga diharapkan mendorong sinergi berkelanjutan antara pemerintah, organisasi penyandang disabilitas, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim secara lebih adil dan berkelanjutan.

Tim Redaksi
Editor:
Bagikan :

Artikel Terkait

Terpopuler

Latest Articles