back to top
Katulistiwa |

Banjir Terjang Kecamatan Ibu, Tim SAR Evakuasi Warga

Terpopuler

Artikel Terkait

Halbar — Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Provinsi Maluku Utara selama beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Ibu, yang merendam beberapa desa, di antaranya Desa Kampung Cina dan Desa Tabaru.

Berdasarkan laporan, hujan deras terjadi sejak Selasa (06/1) hingga Rabu (07/1). Pada Rabu pagi sekitar pukul 07.30 WIT, debit air sungai meningkat signifikan hingga menyebabkan tanggul dan bronjong jebol. Air pun menggenangi permukiman warga dan membuat sejumlah warga terjebak banjir.

Warga setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah daerah. Laporan itu diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate untuk meminta bantuan evakuasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Ternate mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) ke lokasi terdampak. SRU 1 diberangkatkan menggunakan Kapal KN SAR 237 Pandu Dewanata dari Pelabuhan Ahmad Yani menuju Pelabuhan Jailolo dengan membawa peralatan pendukung operasi SAR.

Sementara, SRU 2 bergerak melalui jalur darat menggunakan rescue car dan truk personel menuju Pelabuhan Sidangoli, lalu melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Ibu untuk melakukan evakuasi warga yang masih terjebak banjir.

Operasi penanganan banjir ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain Basarnas, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Kabupaten Halbar, TNI/Polri, potensi SAR lainnya, serta masyarakat setempat.

Tim Redaksi
Editor:

Literasi

Profile

Khazanah

Bagikan :

Artikel Terkait

Halbar — Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Provinsi Maluku Utara selama beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Ibu, yang merendam beberapa desa, di antaranya Desa Kampung Cina dan Desa Tabaru.

Berdasarkan laporan, hujan deras terjadi sejak Selasa (06/1) hingga Rabu (07/1). Pada Rabu pagi sekitar pukul 07.30 WIT, debit air sungai meningkat signifikan hingga menyebabkan tanggul dan bronjong jebol. Air pun menggenangi permukiman warga dan membuat sejumlah warga terjebak banjir.

Warga setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah daerah. Laporan itu diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate untuk meminta bantuan evakuasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Ternate mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) ke lokasi terdampak. SRU 1 diberangkatkan menggunakan Kapal KN SAR 237 Pandu Dewanata dari Pelabuhan Ahmad Yani menuju Pelabuhan Jailolo dengan membawa peralatan pendukung operasi SAR.

Sementara, SRU 2 bergerak melalui jalur darat menggunakan rescue car dan truk personel menuju Pelabuhan Sidangoli, lalu melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Ibu untuk melakukan evakuasi warga yang masih terjebak banjir.

Operasi penanganan banjir ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain Basarnas, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Kabupaten Halbar, TNI/Polri, potensi SAR lainnya, serta masyarakat setempat.

Tim Redaksi
Editor:
Bagikan :

Artikel Terkait

Terpopuler

Latest Articles