Ternate — Aula Kantor Lurah Jambula, Kecamatan Pulau Ternate, mendadak ramai pada Senin (29/12). Puluhan warga pesisir antre mengikuti pemeriksaan kesehatan cepat untuk mendeteksi penyakit tidak menular atau PTM, mulai dari diabetes hingga penyakit jantung.
Kegiatan skrining dan penyuluhan kesehatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)– kolaborasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun (FKIK Unkhair) dan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara.
Program bertajuk “Penyuluhan Penyakit Tidak Menular di Wilayah Pesisir dan Skrining Faktor Risiko PTM” ini menyasar masyarakat pesisir yang dinilai rentan terhadap penyakit tidak menular akibat keterbatasan akses layanan kesehatan dan pola hidup berisiko.
Wakil Dekan FK UHO, dr. Jamaluddin, M.Kes., Sp.JP, mengatakan deteksi dini menjadi kunci dalam menekan angka PTM. Karena itu, tim medis menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) yang memungkinkan hasil pemeriksaan diketahui langsung di lokasi.
“Pemeriksaan dilakukan di dekat masyarakat tanpa harus menunggu hasil laboratorium. Dengan POCT, risiko penyakit tidak menular bisa diketahui lebih cepat,” kata Jamaluddin.
Sebanyak 75 warga tercatat mengikuti skrining kesehatan, meliputi pemeriksaan kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat.

Tim juga melakukan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) bagi warga berusia di atas 40 tahun untuk mendeteksi dini gangguan jantung dan pembuluh darah.
Selain pemeriksaan, peserta mengikuti penyuluhan kesehatan selama sekitar satu jam. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal masyarakat tentang PTM.
Materi penyuluhan mencakup pengenalan penyakit tidak menular, faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahan. Topik lain yang dibahas antara lain deteksi dini penyakit jantung, penyakit jantung koroner, penyebab serangan jantung, kolesterol tinggi, dan diabetes melitus.
Penyuluhan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab.
Panitia juga membagikan doorprize untuk meningkatkan partisipasi warga. Di akhir kegiatan, dilakukan post-test untuk menilai efektivitas edukasi.
Jamaluddin berharap kegiatan ini dapat mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat pesisir. “Pemeriksaan kesehatan rutin, menjauhi asap rokok, aktif bergerak, menjaga pola makan seimbang, cukup istirahat, dan mengelola stres perlu menjadi kebiasaan,” ujarnya.
Rangkaian PKM ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan kepada Lurah Jambula serta pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa FKIK Unkhair sebagai bagian dari pembelajaran lapangan.
PKM tersebut dihadiri pimpinan FK UHO, Dekan Dr. dr. I Putu Sudayasa, M.Kes., bersama Wakil Dekan I dr. Jamaluddin, M.Kes., Sp.JP, serta sejumlah dosen. Dari FKIK Unkhair hadir Dekan dr. Liasari Armaijn, M.Kes., Wakil Dekan Akademik dr. Nur Upik En Masrika, M.Biomed., Sc., bersama dosen lintas disiplin dan mahasiswa.



