back to top
Katulistiwa |

Semangat Kartini Menyala di Timur, Perempuan Maluku Utara Pilar Setara dalam Pembangunan

Terpopuler

Artikel Terkait

Ternate – Peringatan Hari Kartini di Maluku Utara tahun ini menegaskan satu hal: peran perempuan kian tak terpisahkan dari arah pembangunan daerah.

Mereka bukan lagi dipandang sebagai kelompok pinggiran, melainkan mitra sejajar yang ikut menentukan kemajuan.

Di tengah perubahan sosial yang terus bergerak, masyarakat Maluku Utara dinilai telah menunjukkan pola pikir yang lebih terbuka.

Perempuan kini hadir sebagai representasi kebangkitan—tak hanya dalam ruang domestik, tetapi juga dalam ranah pendidikan, ekonomi, dan pengambilan kebijakan.

Anggota DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, menilai gagasan kesetaraan yang diperjuangkan R.A. Kartini tetap relevan hingga kini.

Menurut dia, perempuan tetap menjalankan peran kodratinya, namun memiliki ruang yang jauh lebih luas untuk berkembang.

“Sekarang sudah lebih terbuka. Perempuan semakin diterima, baik dalam pendidikan maupun dalam peran strategis lainnya. Banyak perempuan yang berpendidikan tinggi dan berkontribusi nyata bagi ekonomi keluarga, daerah, hingga bangsa,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu menekankan bahwa relasi perempuan dan laki-laki seharusnya ditempatkan dalam kerangka kemitraan.

Kesetaraan, kata dia, bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan memastikan adanya kesempatan yang adil tanpa dibatasi tafsir gender yang sempit.

Namun demikian, tantangan baru muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Nurlaela menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital dan minat baca, khususnya bagi perempuan, agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Teknologi adalah peluang sekaligus tantangan. Literasi perempuan harus terus diperkuat agar mereka tetap berdaya, baik di dalam keluarga maupun di ruang publik,” katanya.

Momentum Hari Kartini pada 21 April 2026, lanjut dia, semestinya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi pengingat untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan secara nyata dan berkelanjutan.

Dengan semangat Kartini yang terus hidup, perempuan Maluku Utara diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan yang inklusif—berjalan beriringan dengan laki-laki sebagai mitra strategis menuju masa depan yang lebih setara.

Tim Redaksi
Editor:

Literasi

Profile

Khazanah

Bagikan :

Artikel Terkait

Ternate – Peringatan Hari Kartini di Maluku Utara tahun ini menegaskan satu hal: peran perempuan kian tak terpisahkan dari arah pembangunan daerah.

Mereka bukan lagi dipandang sebagai kelompok pinggiran, melainkan mitra sejajar yang ikut menentukan kemajuan.

Di tengah perubahan sosial yang terus bergerak, masyarakat Maluku Utara dinilai telah menunjukkan pola pikir yang lebih terbuka.

Perempuan kini hadir sebagai representasi kebangkitan—tak hanya dalam ruang domestik, tetapi juga dalam ranah pendidikan, ekonomi, dan pengambilan kebijakan.

Anggota DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, menilai gagasan kesetaraan yang diperjuangkan R.A. Kartini tetap relevan hingga kini.

Menurut dia, perempuan tetap menjalankan peran kodratinya, namun memiliki ruang yang jauh lebih luas untuk berkembang.

“Sekarang sudah lebih terbuka. Perempuan semakin diterima, baik dalam pendidikan maupun dalam peran strategis lainnya. Banyak perempuan yang berpendidikan tinggi dan berkontribusi nyata bagi ekonomi keluarga, daerah, hingga bangsa,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu menekankan bahwa relasi perempuan dan laki-laki seharusnya ditempatkan dalam kerangka kemitraan.

Kesetaraan, kata dia, bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan memastikan adanya kesempatan yang adil tanpa dibatasi tafsir gender yang sempit.

Namun demikian, tantangan baru muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Nurlaela menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital dan minat baca, khususnya bagi perempuan, agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Teknologi adalah peluang sekaligus tantangan. Literasi perempuan harus terus diperkuat agar mereka tetap berdaya, baik di dalam keluarga maupun di ruang publik,” katanya.

Momentum Hari Kartini pada 21 April 2026, lanjut dia, semestinya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi pengingat untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan secara nyata dan berkelanjutan.

Dengan semangat Kartini yang terus hidup, perempuan Maluku Utara diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan yang inklusif—berjalan beriringan dengan laki-laki sebagai mitra strategis menuju masa depan yang lebih setara.

Tim Redaksi
Editor:
Bagikan :

Artikel Terkait

Terpopuler

Latest Articles